Pangkalan di Pesisir Selatan Menjual Gas Elpigi 3 Kg di atas HET

-

Senin, 25/09/2017 16:38 WIB
-

-

Pessel, sumbarsatu.com-Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengeluh terkait beberapa pangkalan yang menjual gas elpigi 3 kilogram dengan harga Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per tabung. Harga ini di luar batas kemampuan masyarakat membelinya dan berharap pangkalan nakal itu diberi sanksi.

Informasi berhasil dihimpun sumbarsatu.com, pangkalan yang menjual gas elpihi 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, terjadi di wilayah Kecamatan Sutera dan XI Tarusan. Penjualan di atas HET ini telah berlangsung lama.

Selain harga yang tidak menentu, dan tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi, masyarakat juga dihantui dengan kurangnya stok gas elpigi volume 3 kg di sejumlah pangkalan di Pesisir Selatan.

"Lah tibo bana kami di pangkalan tu ha, susah juo mambali gas mah, karano nan punyo pangkalan ko nyo paralukan dahulu dunsanaknyo nan manggaleh," kata Firmansyah, salah seorang masyarakat di Kecamatan Sutera kepada sumbarsatu.com, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, harga HET pemerintahan Rp19 ribu sementra pangkalan menjulan Rp23 ribu. Selain susah mendapatkannya, warga membeli juga dengan harga yang relatif tinggi dan tidak sesuai dengan harga yang ditentukan.

Warga lainnya, Meri mengatakan, dirinya membeli gas elpiji 3 kg di beberapa pangkalan seperti PT Ujang Kencana dan PT Nadira Sitka.

"Saya membeli gas llpigi ini di pangkalan PT Ujang Kencana dan PT Nadira Sitka dengan harga Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per tabungnya. Makanya saya menjual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per tabungnya. Gas sangat sulit mendapatkannya," kata Meri.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Pessel, Rosdi mengatakan, persoalan pangkalan gas elpigi yang nakal telah diketahuinya. Menurutnya, semua problem itu telah disampaikan ke Pertamina melalui rapat resmi.

"Kalau kami amati persoalan ini telah terjadi di seluruh wilayah Sumbar, dimana masyarakat mengeluh akan tingginya harga jual gas elpigi dan tidak sesuai sama sekali dengan HET pemerintahan," kata Rosdi.

Dia menambahkan, persoalan tersebut juga telah disampaikan ke pihak Pertamina Region Sumbar, tapi belum ada tindakan konkret menertibkan pangkalan yang kacau itu. (MIN)

 

BACA JUGA