Sabtu, 12/08/2017 08:07 WIB

Merawat Tradisi Minang, Lomba Malamang Digelar di Nagari Muaro Paneh

-

-

Arosuka, sumbarsatu.com--Untuk mempertahankan tradisi budaya Minangkabau, masyarakat Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok menggelar perlombaan "malamang" dalam rangka menyambut HUT ke-72 RI yang diadakan di Nagari Muaro Paneh, Jumat, (11/8/2017).

"Lomba malamang yang diikuti 5 nagari, yakni Dilam, Parambahan, Kinari, Bukit Tandang dan Muaro Paneh sebagai tuan rumah," kata Sekretaris Kecamatan Bukit Sundi, Mawardi.

Mawardi menambahkan masing-masing nagari dipandu oleh Bundo Kanduang Nagari dan berpengelaman dalam membuat lamang. Setelah mempersiapkan bahan-bahannya, yakni bambu, daun pisang muda, santan kelapa.

Prosesnyanya diawali dengan mengalas kan daun pisang muda ke dalam bambu, lalu dimasukkan beras ketan dan santan ke dalamnya, kemudian bahan yang telah siap itu dipanggang di atas tungku dengan bahan bakar dari kayu.

Lomba "malamang" yang dimunculkan kembali oleh masyarakat, dibuka oleh Camat Bukit Sundi, Ahpi Gusta Tusri, mengatakan, tradisi "malamang" ini tidak dapat dilepaskan dengan muncul dan berkembangnya Islam di Minangkabau sekitar tiga ratus tahun yang lalu, bagi masyarakat, lamang merupakan makanan untuk disuguhi saat ada tamu, seperti hari Lebaran, Maulid Nabi dan pesta perkawinan.

"Saya sangat senang sekali dengan kegiatan ini, jarang masyarakat zaman sekarang membuat sebuah kegiatan berupa tradisi yang ada di Minangkabau, kebanyakan lebih cenderung membuat kegitan sesuai dengan tradisi modern," ujarnya.

Ditambahkannya, meski zaman telah berubah dan ilmu pengetahuan terus berkembang, lamang tetaplah makanan yang tidak boleh ditinggalkan, karena makanan ini merupakan tradisi sejak nenek moyang kita.

"Malamang perlu dipertahankan dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya Minangkabau, Malamang merupakan tradisi khas Minangkabau sebagai makanan yang kaya akan gizi dan sarat dengan nilai moral, tukuk Camat," katanya. DW.

Lomba malamang di Kecamatan Bukit Sundi.

 

BACA JUGA