Jum'at, 11/08/2017 20:48 WIB

Senator: Nawacita Relevan dengan Perjuangan DPD RI

Nono Sampono

Nono Sampono

Jakarta, sumbarsatu.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjadi tuan rumah sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini merupakan kali ke empat DPD RI jadi tuan rumah sejak tahun 2011.

Sidang bersama DPR RI-DPD RI dilaksanakan pada Rabu, 16 Agustus 2017, pukul 10.00 WIB, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta. Sidang akan dibuka oleh Ketua DPD RI, DR. Oesman Sapta dilanjutkan dengan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan Republik IndonesiaKetua DPD RI, Oesman Sapta menjelaskan sidang bersama ini menunjukkan posisi DPD RI memiliki peran yang strategis sesuai dengan amanat UUD 1945.

“Dalam kedudukannya di bidang legislasi, DPD RI setara dengan DPR RI dan Presiden dalam membahas rancangan Undang-Undang terkait dengan daerah. Bersama DPR, DPD juga terlibat dalam menyusun program legislasi nasional atau prolegnas," kata Oesman, lewat rilisnya, Jumat (11/8/2017).

Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono menambahkan, dalam rangka pembangunan daerah, DPD RI fokus memperjuangkan agar daerah tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun memiliki otonomi daerah yang kuat dan daerah pembangunannya maju dan merata.

“Nawacita yang dicanangkan pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, relevan dengan yang diperjuangkan DPD RI. Bagaimana daerah ini bisa maju dan terjadi pemerataan, aspek keadilan ada di situ,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua II DPD RI, Darmayanti Lubis menilai perjuangan memperkuat kewenangan DPD RI adalah demi kepentingan bangsa dan negara. Dengan diperkuatnya kewenangan DPD RI, maka akan memperkuat sistem check and balances.

“Kami berharap akan adanya amandemen mengenai kewenangan DPD RI. Kami juga menggalang dukungan dari fraksi-fraksi di DPR, akademisi dan stakeholder lainnya. Kami juga sudah mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi, agar bisa setara mengenai pembahasan RUU terkait daerah di DPR,” tambahnya.

Acara tersebut nantinya akan ada tiga rangkaian sidang. Pertama adalah Sidang Tahunan MPR di mana Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara.

Agenda kedua adalah Sidang Bersama DPR dan DPD mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

Sidang yang ketiga adalah rapat paripurna pembukaan masa sidang DPR tahun sidang 2017-2018, dimana Presiden RI Joko Widodo akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar atau Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN beserta Nota Keuangan 2018. (BAL)

BACA JUGA