Rabu, 09/08/2017 16:30 WIB

Rektor UNP, UBH, dan Gubernur Sumbar Hadiri Bedah Buku "Demang Loetan"

-

-

Padang, sumbarsatu.com--Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Ganefri dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memberikan mengapresiasi atas peluncuran dan bedah buku "Demang Loetan Sang Politisi Volkstraad dari Lereng Marapi", Rabu (9/8/2017) di Gedung Caraka Kampus I Universitas Bung Hatta Ulak Karang, Padang.

Pembedah buku tersebut ialah Prof Dr Mestika Zed (sejarahwan), Taufiq Ismail (sastrawan), dan Dr. Syofwan Karim (mantan Rektor UMSB), Elfiandri (dari Unand). Buku biografi sejarah ini ditulis dan dieditori Mursjid AM, Azizah, dan M Nazief Etek.

Rektor UNP, Prof Ganefri, PhD selaku Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta mengatakan buku yang dibedah ini memberikan motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa untuk gemar menulis dan juga sebagai salah satu catatan sejarah seorang putra Minangkabau.

"Ketika kita akan menulis, kita pasti akan mencari referensi, melakukan riset meski dalam skala kecil, artinya kita memperkaya ilmu. Dengan tulisan kita dapat menyuarakan aspirasi, memotret kejadian bahkan bermain peran apapun yang kita suka, " ujar Ganefri.

Ia mengajak peserta yang hadir untuk mengidupkan pemikiran melalui kreativitas menulis karena semua itu akan menjadi terbiasa menulis, akhirnya berbudaya menulis.

"Hal ini sangat penting karena mahasiswa dan dosen saat ini diharapkan dapat memacu produktivitas karya ilmiah yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, tentu dengan adanya buku "Demang Loetan Sang Politisi Volkstraad Dari Lereng Marapi" merupakan inspirasi bagi kalangan akademisi," imbuh Ganefri.

Dengan nada yang sama Rektor UBH, Prof Dr Azwar Ananda juga mengapresiasi kegiatan bedah buku yang dimediasi Ketua Yayasan Proklamator Bung Hatta, Prof Dr. Maizar Rahman Dt Rangkayo Maharadjo ini. Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini dibuka Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Buku "Demang Loetan Sang Politisi Volkstraad Dari Lereng Marapi", menceritakan riwayat Demang Loetan Datoek Rangkayo Maharadjo sampai menjadi Ambtenaar Bumiputra asal Minangkabau di masa lalu. Ia seorang tokoh elite Minangkabau yang memiliki otoritas di bidang adat, yang menalarkan akal budi dalam tungku tigo sajarangan.

Selain itu, tampak hadir dari kalangan sastrawan dan budayawan antara Rusli Marzuki Saria, Yusrizal KW, Hernawan, Harris Effendi Thahar, Yeyen Kiram, Maseod Abidin, Endut Ahadiat, Syarifuddin Arifin, Muhammad Subhan, dan para guru sejarah di Sumatera Barat. (SSC)

 

BACA JUGA