Minggu, 06/08/2017 08:07 WIB

Bupati Canangkan Kampung KB

-

-

Agam, sumbarsatu.com- Bupati Agam H. Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah mencanangkan 16 Kampung KB dari 16 kecamastan di daerah itu, Sabtu (5/8/2017), di Jorong , Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak.

Pencanangan Kampun g KB tersebut meronai Peringatan Hari Keluarga Nasional XXIV tahun 2017 Tingkat Kabupaten Agam.

Bupati berharap, Peringatan Hari Keluarga Nasional XXIV tingkat Kabupaten Agam tahun 2017 ini, merupakan momentum bagi masyarakat untuk secara terus menerus berupaya meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup, dan membangun bersama program yang terarah di seluruh sektor.

Menurutnya,Kampung KB merupakan gerakan yang tumbuh dari bawah, oleh dan untuk masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara, melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan pembangunan keluarga, serta pembangunan sektor terkait, dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualiatas.

Pembentukan Kampung KB, yang merupakan direktif Presiden Republik Indonesia, dalam upaya merevitalisasi program KKBPK (Kependudukan,Keluaraga Berencana dan Pembangunan Keluaraga), guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Pembentukan Kampung KB diamanatkan kepada BKKBN, akan tetapi pada prinsipnya Kampung KB merupakan perwujudan dari sinergi antara beberapa kementerian terkait dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, mitra kerja, dan pemangku kepentingan, serta tidak ketinggalan partisipasi langsung masyarakat.

Oleh sebab itu, Kampung KB ini diharapkan menjadi miniatur atau gambaran dari sebuah jorong, yang di dalamnya terdapat keterpaduan dari Program Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, yang disinergikan dengan program pembangunan sektor terkait, yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

Hal ini sesuai dengan definisi dari Kampung KB itu sendiri yaitu ”satuan wilayah setingkat dusun, atau yang setara, yang memiliki kriteria tertentu, di mana terdapat keterpaduan Program KKBPK dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.?

Jadi, Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program KKBPK, guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaplikasikan 8 fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi, akan tetapi merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya, sehingga wadah Kampung KB dapat dijadikan sebagai wahana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program yang mengarah pada upaya merubah sikap, perilaku, dan cara berfikir masyarakat yang lebih baik, sehingga kampung yang tadinya tertinggal dan terbelakang dapat sejajar dengan kampung-kampung lainnya. Masyarakat yang tadinya tidak memiliki kegiatan, dapat bergabung dengan poktan-poktan yang ada, keluarga yang tadinya tidak memiliki usaha, dapat bergabung menjadi anggota UPPKS yang ada.

Menjadikan Kampung KB sebagai wahana pemberdayaan masyarakat bukanlah sesuatu yang mustahil, dan untuk mewujudkan harapan tersebut tidak cukup hanya dengan membuat kesepakatan atau komitmen di atas kertas, namun perlu ketekunan, kesabaran, kebersamaan, serta kerja keras, yang diaplikasikan dalam wujud nyata, lebih-lebih membangun masyarakat pinggiran.

“Dengan kebersamaan, pasti semuanya akan lebih mudah diatasi. Karena membangun masyarakat dari pinggiran bukanlah semata-mata harapan, melainkan lebih kepada bagaimana memosisikan Program KB sebagai upaya membangun kesejahteraan dengan, prioritas masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah,” ujarnya menjelaskan..

Dijelaskan, inilah wujud dari revolusi mental untuk mempersiapkan generasi muda, sehingga bisa menikmati bonus demografi dengan dukungan sumber daya manusia berkualitas. Namun sumber daya manusia yang berkualitas hanya mungkin tercipta, apabila ada kompetensi, ada pembinaan yang sungguh-sungguh, dan Kampung KB inilah yang diharapkan dapat menjadi wahana untuk hal tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Agam Ny. Vita Indra Catri, Anggota DPRD Agam Erdinal, S.Sos, Plh.Sekda Drs.Yosefriawan, bersama jajaran OPD, Camat se- Kabupaten Agam, dan Tokoh Masyarakat, dan undangan lainnya. (MSM)

Bupati Agam canangkan Kampung KB

BACA JUGA