Literasi Semakin “Membumi” di Padang Panjang

-

Rabu, 02/08/2017 19:42 WIB
Lapak Baca FPL diramaikan dengan penampilan mendongeng dari remaja Kota Padang Panjang

Lapak Baca FPL diramaikan dengan penampilan mendongeng dari remaja Kota Padang Panjang

Padang Panjang, sumbarsatu.com – Gelora gerakan literasi semakin “membumi” di Kota Serambi Mekah Padang Panjang, Sumatra Barat. Kota kecil di kaki Gunung Marapi dan Singgalang itu pun bertekad menjadi Kota Literasi.

“Kami berbahagia sebab gerakan literasi ini masif dan didukung Pemerintah Kota Padang Panjang,” kata Muhammad Subhan, Koordinator Forum Pegiat Literasi (FPL) Padang Panjang, Selasa (1/8/2017), di Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang.

Upaya mencapai tujuan itu, FPL bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang gencar membawa buku sedekat mungkin ke masyarakat, salah satunya melalui Lapak Baca.

Ahad (31/7) lalu, ungkap Muhammad Subhan, Lapak Baca FPL bersama Perpustakaan Daerah Padang Panjang dibentang di Taman Bermain Anak Desa Baru, Tanah Hitam, Padang Panjang. Ratusan anak dan remaja meramaikan Lapak Baca itu sekaligus menyuguhkan sejumlah penampilan, di antaranya baca puisi, bernyanyi dan bercerita.

Pekan-pekan sebelumnya, Lapak Baca juga digelar di sejumlah titik strategis lainnya di kota itu, seperti di Taman Mini yang saat ini telah difasilitasi WIFI Gratis, Lapangan Kuda Bancahlaweh, Situs Bersejarah Rumah Gadang Baanjuang Bukiksurungan dan Stasiun Kereta Api Padang Panjang.

“Antusias anak-anak dan remaja yang meramaikan lapak baca itu sangat luar biasa sekali. Pekan berikutnya Lapak Baca kami bentang lagi di Kelurahan Pasar Usang,” kata Muhammad Subhan yang tahun ini terpilih sebagai Penulis Emerging Indonesia untuk Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) di Bali dan peserta Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) II di Jakarta.

Tidak hanya Lapak Baca, sejumlah kegiatan literasi FPL bersama Perpustakaan Daerah Padang Panjang terus berjalan, di antaranya Program Wakaf Buku. Di kota yang dikenal sebagai Kota Pendidikan itu, setiap warga dianjurkan mewakafkan minimal satu buku.

“Minat warga Padang Panjang mewakafkan buku untuk gerakan ini juga cukup tinggi. Selalu ada warga yang datang mewakafkan buku,” kata Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Alvi Sena, S.T., M.T., yang ikut terjun ke lapangan bersama FPL menggelorakan literasi di Padang Panjang.

Tidak hanya warga, sejumlah instansi pemerintah dan swasta di Padang Panjang juga ikut mewakafkan buku. Kepala dinas bersama jajaran staf ikut beramai-ramai menyumbangkan buku mereka, baik baru maupun bekas.

Buku-buku wakaf itu dikumpulkan di satu titik, yaitu di Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang. “Buku-buku itu kami sortir untuk kemudian kami salurkan kembali ke masyarakat,” tambah Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Joni Aldo.

Selain Lapak Baca dan Wakaf Buku, sejumlah kegiatan literasi yang telah dihelat di antaranya Bedah Novel, Pelatihan Kepenulisan kerjasama Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Kelas Bercerita (Mendongeng) dan Menulis, termasuk menyalurkan buku ke rumah-rumah warga kurang mampu.

“Saat ini kami juga sedang berupaya meminta pemerintah kota mengeluarkan regulasi agar setiap siswa masuk dan tamat sekolah menyumbangkan buku. Jika ini dilakukan, Padang Panjang benar-benar akan kebanjiran buku,” tambah Muhammad Subhan yang juga pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Dia juga berharap di setiap persimpangan jalan utama Kota Padang Panjang dapat dipasang baliho besar dengan pesan-pesan ajakan wakaf buku dan membaca buku. Baliho itu menjadi media ampuh untuk mengajak masyarakat bersama-sama menggelorakan gerakan literasi sehingga semakin membumi. (SSC/rel)

BACA JUGA