Senin, 31/07/2017 07:41 WIB

Hancurkan Dagangan PKL, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Langgar HAM

AROGANSI PEJABAT PEMKO PADANG

Aksi pelemparan dagangan PKL di Pasar Raya Padang yang dilakukan Kepala Dinas Pdrdagangan Padang

Aksi pelemparan dagangan PKL di Pasar Raya Padang yang dilakukan Kepala Dinas Pdrdagangan Padang

Padang, sumbarsatu.com--Arogansi dan sikap kasar Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal Darmawi kepada pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, yang divideokan salah seorang warga, Minggu (30/7/2017) menuai kecaman keras dari berbagai kalangan. Apa yang dilakukan Endrizal dinilai melanggar HAM dan masuk unsur pidada.

"Apa yang dilakukan pejabat itu tidak punya empati. Tidak berprikemanusian! Sikap pejabat itu tidak dapat dibenarkan. Kepala Dinas Pedagangan Kota Padang harus minta maaf dan bertanggung jawab atas perlakuannya tersebut," kata Wengki Purwanto, Ketua BPW Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Sumbar, Minggu 30 Juli 2017, setelah menyaksikan video arogansi yang banyak beredar di media sosial.

PBHI menganggap, pengerusakan dagangan pedagan kreatif lapangan (PKL) wujud arogansi pejabat dan kekuasaan.

"Dengan memposisikan PKL pada pihak yang salah, tidak semerta-merta dapat membenarkan tindakan pengrusakan barang dagangan PKL. Kadis Perdagangan harusnya pada posisi membina dan memberdayakan PKL," tegasnya.

Wengki mengatakan, sebagai pejabat yang mengurus pasar, ia harus paham posisi pedagang kecil di Pasar Raya Padang. Pascagempa 2009, pembenahan pasar oleh Pemko Padang tak kunjung selesai, baik pembenahan fisik pasar, maupun pembinaan dan pemberdayaan pedagang.

"Apalagi, ekonomi pedagang tradisional kian hari semakin terjepit karena makin menjamurnya keberadaan pasar modern dan mal. Semestinya ia memahami kesulitan yang dialami pedagang," jelas Wengki.

Wengki menilai, apa yang dilakukan kepala dinas itu mengandung unsur (406 KUHP), dan juga mengarah pada perbuatan kategori pelanggaran HAM.

Bantah

Sementara itu, Endrizal Darmawi kepada media menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Ia mengaku punya alasan mengapa dirinya marah kepada salah seorang pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Raya Kota Padang tersebut.

Dijelaskan Endrizal, awalnya sebelum, ia melempar-lemparkan pisanng dan tempat berjualan pedagang berupa tersebut, ia mengaku sempat dimarahi dan diomelin pedagang saat mobilnya melintas di depan tempat jualannya.

"Kendaraan saya tak bisa lewat karena terhambat dagangan PKL. Pedagang berjualan sudah masuk ke badan jalan. Sopir saya membunyikan klakson berkali-kali, tapi tak digubris. Malah pedagan itu marah-marah dan memukul mobil. Sopir telah minta agar dibawa ke pinggir dagangannya itu," terang Endrizal, seperti dilansir kabarnagari.com.

Endrizal menjelaskan, sebelumnya PKL di kawasan itu sudah membuat komitmen tidak berjualan di badan jalan, tapi tampaknya komitmen itu mereka langgar.

"Komitmen sudah kita buat. PKL diizinkan berjualan di atas trotoar hingga penyelesaian bangunan Blok III tuntas. Namun, ibu ini malah melanggar. Berjualan hingga ketengah jalan yang sebenarnya adalah hak pengguna jalan,” ujar Endrizal

Sebelumnya, beredar video di lini massa media sosial berupa WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter, yang menjadi buah bibir para pengguna. Dalam video yang berdurasi 1 menit tersebut, terlihat Endrizal melempar-lemparkan barang dagangan pedagang dengan cara kasar.

Dalam video terlihat, Endrizal melewati kawasan Jalan Sandang Pangan, Pasar Raya, Kota Padang, dengan mobil dinasnya, bernomor polisi BA 47 A.

Endrizal mengaku sudah melihat video tersebut, tapi itu tidak lengkap dan utuh. "Videonya sepenggal-sepenggal. Sebelum saya sudah berkomunikasi dengan pedagang tersebut untuk merapikan tempatnya karena memakan badan jalan. Tapi dalam video itu tidak terekam. Makanya saya sebut tak lengkap," jelasnya. (SSC)

Ini sangkutan videonnya

BACA JUGA