Rabu, 26/07/2017 12:41 WIB

Survei INES: Masyarakat Riau Pilih Syamsuar Jadi Gubernur 2018-2022

-

-

Jakarta, sumbarsatu.com - Hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) mengindikasikan masyarakat Riau memilih Bupati Siak Syamsuar pada pilkada 2018 untuk jadi Gubernur Riau. Sebab menurut Direktur Eksekutive INES Sutisna, hasil survei menunjukkan tingkat elektabilitas Syamsuar teratas dari sejumlah kandidat yang muncul dan disurvei.

“Ketika ditanyakan 'Top Of Mind para kandidat?', sebesar 21,3 persen responden menjawab Syamsuar. Artinya Bupati Siak itu mengantongi tingkat elektabilitas tertinggi, disusul Firdaus 11,4 persen, HM Haris 9,9 persen, Septina Primawati 8,2 persen, Achmad 11,2 persen, Lukman Edy 6,2 persen dan Gubenur Petahana Riau Arsyadjuliandi Rachman 8,3 persen, Indra Muchklis 5,6 persen, Istiawati Ayus 2,3 persen, Yopi Arianto 3,2 persen, Sukarmis 2,3 persen, Irwan Nasir 2,4 persen dan tidak menjawab sebanyak 9,5 persen," kata Sutisna dalam rilisnya yang diterima wartawan, Rabu (26/7/2017).

Menjawab pertanyaan tertutup "kalau diadakan pilkada Riau hari ini", peluang menang dari 12 kandidat tersebut lanjut Sutisna, responden menjawab, Syamsuar dipilih sekitar 22,3 -persen Masyarakat Riau, disusl Firdaus 11,1 persen, HM. Haris 8,2 persen, Septina Primawati 7,4 persen, Achmad 9,2 persen, Lukman Edy 6,2 persen, Indra Muchklis 5,6 persen, Istiawati ayus 2,3 persen, Yopi Arianto 3,2 persen, Sukarmis 3,3 persen, Irwan Nasir 2,3 persen dan tidak menjawab sebanyak 11,4 persen.

Sutisna menjelaskan, untuk tingkat popularitas hanya empat tokoh yang memiliki tingkat pengenalan mjasyarakat Riau di atas 80 persen yaitu tertinggi Ahmad mantan Bupati Rohul dua periode dan pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Riau dengan tingkat popularitas 85,3 persen, Arsyadjuliandi Rachman Gubernur Petahana 81,4 persen, Syamsuar Bupati Kabupaten Siak 81,2 persen sementara untuk tokoh lainnya di bawah 80 persen.

"Tapi perlu dicatat, tingkat popularitas yang tingi merupakan modal awal bagi tokoh untuk bisa menjadi pilihan masyarakat sebab saat ini diketahui bahwa publik Riau paling banyak menerima informasi seputar kandidat melalui poster, baliho dan alat iklan kampanye lainnya, medsos dan media massa cetak dan online," paparnya.

Untuk tingkat akseptabilitas, Syamsuar adalah tokoh yang paling diterima oleh masyarakat Riau yaitu 84,2 persen, lalu disusul Septina 81,6 persen, Firdaus 81,5 persen, Achmad 78,7 persen, HM Harris 75,3 persen, Arsyadjuliandi Rachman 72,3 persen, Lukman Edy 60,2 persen. Sementara tokoh lainnya di bawah 50 persen tingkat akseptabilitas oleh masyarakat Riau.

"Ada beberapa faktor masyarakat Riau dalam menilai cocok atau tidaknya tokoh layak memimpin Riau, diantaranya kualitas, kompetensi, integritas, profesionalitas, personalitas, perilaku, prestasi, reputasi, kepemimpinan,” ungkapnya.

Dalam Survei tersebut, Sutisna mengaku bahwa muncul penilai dari masyarakat Riau bahwa kinerja Pemda Riau lima tahun terakhir dalam bidang ekonomi menunjukan bahwa warga Riau merasa kepemimpinan Gubernur Petahana Riau saat ini tidak berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau.

"Keadaan fasilitas sarana dan prasaran pendidikan di Propinsi Riau Temuan survei menunjukan 60,90 persen dari 1984 responden menilai kinerja gubenur petahana dalam hal pembangunan fasilitas pendidikan tidak berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, hanya sebatas misi pada saat kampanye saja agar memperoleh banyak suara tanpa ada aktualisasi," jelasnya.

Temuan survei lainnya ujar Sutisna, masyarakat menilai bahwa keadaan infrakstruktur dan transportasi di Riau sangat buruk dan ini terekam dalam jawaban 60,7 persen masyarakat. Sedangkan yang mengatakan tetap atau tidak ada perubahan hanyalah 15,8 persen dan yang mengatakan baik hanya 23,8 persen, diakibatkan banyak APBD yang bocor dan kurang maksimalnya penyerapan anggaran dalam program peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur serta transportasi.

"Karena itu Gubernur Riau mendatang perlu melakukan pengembangan dan peningkatan prasarana transportasi terencana dalam master plan transportasi, dan Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan (RUJTJ), dan Tataran Transportasi yang bersifat lokal,” pungkasnya.

Survei dilakukanpada tanggal 5 Juli hingga 15 Juli 2017, jumlah sampel adalah 1984 responden yang tersebar di 135 Kecamatan di Propinsi Riau dengan tingkat kepercayaan/ confidence level sebesar 95 persen dengan Margin Error +/- 2.2 persen. (BAL)

BACA JUGA