Minggu, 18/06/2017 12:05 WIB

Bus NPM Korban Lemparan Batu di Jalur Lintas Sumatera

RAWAN AKSI KRIMINAL

Kaca bus NPM pecah berderai terkena lemparan batu di kawasan lintasan Bangko Sumatera Selatan.

Kaca bus NPM pecah berderai terkena lemparan batu di kawasan lintasan Bangko Sumatera Selatan.

Solok, sumbarsatu.com--Bus umum NPM yang melintasi jalur Sumatera menuju Jakarta terkena lemparan batu yang tak jelas sumbernya saat kendaraan penuh muatan itu melawati Bangko, Sumatera Selatan. Akibat lemparan batu itu, satu petak kaca bus pecah. Tak ada korban luka.

Peristiwa jelang Lebaran itu dialami bus umum NPM nomor dinding Vircansa 02. Lemparan batu yang dilakukan orang tak bertanggung jawab itu terjadi sekitar Sabtu malam (17/6/2017) sekira 21.30 WIB di kawasan Bangko, Sumsel.

Menurut Man (45), sopir bus NPM, kepada sumbarsatu.com, kejadian berlangsung cepat. Bus yang berangkat dari Pariaman tujuan Jakarta ini tengah melintas di daerah Bangko, tiba-tiba satu batu melayang dan menghantam kaca bus sebalah kanan. Buaarr! Satu petak kaca berderai. Penumpang terpekik.

"Tak ingin menambah risiko, saya tetap menjalankan bus dan berhenti di daerah yang aman sambil memeriksa kondisi bus dan penumpang. Tak ada korban luka. Cuma penumpang agak cemas dan trauma," kata Man kepada sumbarsatu.com, Minggu (18/6/2017) lewat telepon.

Man mengaku memilih tak mau berhenti di lokasi pelemparan batu itu karena sangat rawan dan berbahaya terhadap keselamatan penumpang. Maka, ia memilih berhenti di sebuah rumah makan yang agak jauh dari tempat kejadian itu.

"Biasanya jika kita berhenti di lokasi kejadian, nanti segerombolan orang akan muncul. Melempar kendaraan itu cuma modusnya saja. Tujuannya menjarah bawaan penumpang. Tak sedikit kendaraan bus atau pribadi yang sudah jadi korban. Saya tak mau jadi korban itu," jelas Man ketika ditanyakan alasannya tak langsung berhenti.

Jalur lintas tengah Sumatera memang terkenal rawan kejahatan dan kriminal. Bermacam-macam caranya. Ada yang lempar batu, menggali lobang di jalan, menjarah barang dengan manaiki kendaraan (biasanya truk) lalu menjarah barang angkutan yang disebut dengan bajing loncat.

Daerah rawan kriminal itu antara jalur Bangko-Sarolangun hingga Lahat di Sumatera Selatan. "Jalur ini para pengedara perlu hati-hati. Lebih baik melalui berkonvoi atau rombongan," kata Man memberi nasihat.

Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan yang lewat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini di kalangan awak bus dan sopir truk disebut "atlet lempar batu".

Dijelaskan Man, tak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa kendaraannya akan dilempar batu. Kendaraan yang ia bawa tak begitu kencang. Jalanan memang agak sepi. Lalu, saat melintasi daerah antara Bangko-Tebing Tinggi, tiba-tiba saja terdengar suara hantaman keras pada kaca sebelah kanan tepat di bawah Air Conditioner. Beruntung penumpang tidak terluka karena terselematkan oleh gorden penutup kaca.

"Kami memang selalu mengingatkan penumpang agar menutup gorden saat memasuki daerah ini. Ini bukan kejadian pertama dan bukan hanya menimpa bus saya," terang Man.

Sementara itu Ul Tangaya, salah seorang pengelola rumah makan yang sering disinggahi bus, termasuk NPM, menceritakan, kejadian pelemparan batu hampir setiap hari terjadi dan menimpa bermacam kendaraan. (FEN)

BACA JUGA