Senin, 12/06/2017 23:24 WIB

Jalan Palembayan Rusak Parah, Gubernur Irwan Prayitno Masih Tebar Janji

JALAN RUSAK 52 KM

Jalan provinsi sepanjang 52 km di Palembayan yang rusak parah. Masyarakat minta Gubernur Sumbar  jangan menebar janji terus menerus. (Foto kabarpolisi)

Jalan provinsi sepanjang 52 km di Palembayan yang rusak parah. Masyarakat minta Gubernur Sumbar jangan menebar janji terus menerus. (Foto kabarpolisi)

Palembayan, sumbarsatu.com–Jalan provinsi sepanjang 52 kilo meter (km) yang melintas di Kecamatan Palembayan, Agam, kini rusak parah. Di sani-sini berlobang bak kubangan kerbau. Pada sejumlah titik kondisinya sangat parah, susah dilewati kendaraan. Selain itu, ruas jalan sangat kecil untuk ukuran jalan kelas provinsi.

Jalan yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini, untuk perbaikannya masih dijanjikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Janji itu ia sampaikan saat berkunjung ke Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin Palembayan, dalam rangka Safari Ramadan, Sabtu (3/6/2017) lalu.

"Perbaikannya dan peningkatan pembangunanya akan dituntaskan jika pembebasan lahan mendapat dukungan dari masyarakat. Jika lahan sudah bebas, pemerintah akan berupaya menuntaskan pembangunan Jalan Palembayan,” kata Irwan Prayitno menjawab pertanyaan warga Nagari Baringin Palembayan.

Gubernur juga mengatakan, untuk perbaikan jalan tersebut baru bisa dipenuhi pada tahun anggaran berikutnya. Karena tahun anggaran 2017 sudah berjalan. Pada anggaran perubahan juga tidak dapat dimasukkan.

"Untuk itu, masyarakat agar bersabar sampai tahun anggaran 2018," kata Gubernur dari PKS ini.

Mendengar penjelasan tersebut, seorang warga menggerutu.

“Saba jo kasaba juo sajak dahulu, tiok pejabat nan datang ka kecamatan ko taruih maminta rakyat basaba kalau ditanyokan soal pambangunan jalan ko, sampai bilo sabako, kiamaik juo bumi taro,” ujar salah seorang warga dalam bahasa Minang usai tarawih di Masjid Nurussalam di nagari tersebut.

Sementara itu, tempat terpisah, Awerman, salah seorang tokoh masyarakat Palembayan asal Nagari Salareh Aia, dengan nada kecewa mengatakan, sudah lelah masyarakat menyuarakan aspirasinya untuk percepatan pembangunan jalan ini, namun pemerintah hanya mengumbar janji dan meminta masyarakat bersabar, bersabar.

"Sabar bagaimana lagi, sudah begini penderitaan rakyat,” kritik Awerman.

Di media sosial Facebook, aktivis pemuda Palembayan Rusman Hakim juga mengirim surat terbuka kepada Gubernur Sumbar pada akhir Mei 2017 lalu. Surat itu intoinya meminta gubernur mencari jalan keluar dan kebijakan untuk membangun jalan ini.

“Kami berharap pemerintah provinsi dapat meningkatkan pembangunan jalan Palembayan lebih baik lagi,” tulis Rusman.

Memang ada upaya perbaikan oleh Dinas PU Provinsi Sumatera Barat dengan pelebaran dan pengaspalan dalam tiga tahun terakhir, namun hanya sekitar 2 Km per tahun. Hal itu dinilai lamban karena kalau hanya diperbaki 2 Km setahun, untuk menuntaskan pembangunan jalan sepanjang 52 Km membutuhkan waktu 26 tahun ke depan, belum yang diujung selesai pangkalnya sudah hancur kembali.

Palembayan saat ini merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Agam, dengan enam nagari dan jumlah penduduk 32 ribu jiwa lebih yang mayoritas hidup dengan mata pencaharian bertani dan berkebun.

Masalah utama yang dihadapi masyarakatnya jalan utama dan jalan kampung yang masih jelek serta masih banyak pemukiman terisolir yang belum dapat dilalui kendaraan dengan lancar.

Sementara itu menurut Bupati Agam Indra Catri, pembangunan jalan Palembayan memerlukan dana besar karena medannya cukup berat, banyak tebing yang harus dipangkas dan pinggir jalan yang harus didam. APBD Agam jelas tidak mampu mendanainya.

"Untunglah jalan ini sudah naik status dari jalan kabupaten ke jalan provinsi sejak 5 tahun lalu," kata Indra Catri seperti dilansir kabarpolisi.com. (SSC)

 

BACA JUGA