Senin, 22/12/2014 12:50 WIB

Peringati Hari Ibu, Ibu Rumah Tangga Menulis Cerita Fantasi

Peringati Hari Ibu, ibu rumah tangga menulis cerita fantasi

Peringati Hari Ibu, ibu rumah tangga menulis cerita fantasi

Surabaya, sumbarsatu.com—Komunitas Penulis Kreatif  Surabaya atau yang akrab dengan sebutan KPKers kembali beraksi dalam kopi darat (kopdar) yang bertepatan dengan nuansa Hari Ibu, yang jatuh hari ini 22 Desember.

Dalam pertemuan kali ini ingin menunjukkan bahwa para ibu masih mempunyai semangat besar untuk berkarya dan berdaya. Pertemuan kali ini juga lebih spesial sebab mendatangkan penerbit Oksana dan Fileski (penyair musisi internasional) yang diminta untuk memaparkan gagasan Negeri Kertas. Acara bertempat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wiskai Rungkut Surabaya, Minggu 21 Desember 2014.

Meskipun komunitas ini sebagian besar anggotanya adalah para ibu, namun komunitas literasi ini selalu aktif mengadakan kegiatan-kegiatan pertemuan yang sangat positif dan edukatif, di sela kesibukan para ibu dalam karir dan keluarganya, mereka masih bisa menyempatkan waktu untuk berkomunitas, berdiskusi, dan berkarya membuat banyak sesuatu yang bisa menginspirasi masyarakat lewat buku-buku yang mereka tulis.

Gagasan yang diusung dalam pertemuan kali ini, bahwa anggota KPKers ingin menunjukkan bahwa semua orang berhak berkarya dan mendapat apresiasi dari karyanya tersebut tanpa memandang usia, gender, profesi, agama, asal usul dan apa pun juga.

Konsep Negeri Kertas yang dicetuskan Fileski dirasa sangat tepat untuk mematik semangat para anggota KPKers untuk bisa berdaya dalam berkarya di dunia literasi.

“Bahwa konsep Negeri Kertas juga mengajak kita semua untuk tidak takut mempunyai mimpi dan harapan, khususnya sebagai penyemangat para ibu untuk terus berkarya. Negeri Kertas juga mengajak kita semua untuk menciptakan perdamaian lewat jalur literasi, para ibu yang hadir sangat antusias sebab ingin ambil bagian dalam menciptakan perdamaian melalui media tulisan yang bisa menginspirasi masyarakat luas melalui karya tulisan,” kata Fileski.

Pertemuan sederhana bersama beberapa penulis dari Surabaya dan sekitarnya ini yang hadir terdiri dari para ibu, mahasiswa, dan pelajar. Acara dimulai dengan memperkenalkan masing-masing jati diri yang hadir. Berlanjut pada pembahasan iven mengambil tema Negeri Kertas yang akan dibukukan menjadi dua karya Antologi Puisi dan karya Cerita Fantasi (Dongeng) yang informasinya sudah tersebar ke seluruh anggota KPKers melalui media social Facebook.

Dari pembahasan dijelaskan lebih detail tentang buku kumpulan puisi bersama yang akan diterbitkan bertema Negeri Kertas "Mimpi, Harapan, Perdamaian & Cinta". Juga akan diterbitkan buku cerita fantasi (dongeng).

Fileski yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, Negeri Kertas yang diciptakannya mempunyai misi perdamaian, dalam berkarya tanpa melihat asal usul bangsa, negara, ras/golongan dan agama.

Menurut Fileski seseorang berhak berkarya tanpa melihat perbedaan dalam hal apa pun juga. Karena yang perlu diapresiasi adalah karyanya, bukan agamanya, asal negaranya atau pun warna kulitnya.

Menjawab pertanyaan Lenni Ika Wahyudiasti, tentang apakah Cerfan/Dongeng itu?

Khanis Selasih senada dengan Dien Ilmi, menjelaskan bahwa Cerfan/Dongeng adalah suatu cerita yang tidak pernah ada & tidak pernah terjadi, kita buat menjadi ada dan seakan-akan pernah terjadi.

Menanggapi pertanyaan dari Purwo Sri Rejeki yang bertanya kenapa harus dongeng?

Fileski menjelaskan bahwa sekarang bacaan untuk anak-anak sangat kurang. Mengingat pentingnya kebiasaan memberikan cerita dongeng pada anak untuk tumbuh kembang imajinasi dan pendidikan budi pekerti.

Fileski berharap para anggota KPKers menulis cerita dongeng dengan menyisipkan nilai-nilai tentang impian, harapan, dan pedamaian agar anak-anak Indonesia tidak takut untuk bermimpi dan mempunyai mental penegak perdamaian, tidak gampang disulut isu provokasi.

“Sebab anak-anak kita adalah generasi cyber dengan adanya internet hari ini sangat rentan dipengaruhi isu perpecahan dan pertikaian yang dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu dari inti tema utama adalah tentang Harapan dan Perdamaian, yang selanjutnya mengerucut pada cinta pada sesama,” terangnya.

Acara diakhiri dengan pembacaan puisi oleh para anggota Komunitas Penulis Kreatif dan pemberian buku dari Penerbit Oksana kepada para pembaca puisi terbaik yang diserahkan oleh Fileski dan Khanis Selasih. (SSC/NA)

BACA JUGA